Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog

Nama saya Niko saya bekerja di karyawan swasta dengan gaji lumayan seumuranku, saat ini umurku 28 tahun dengan sedikit kumis tipis dan badan tegapku rambut pekak, kulit putih saya adalah keturunan china dan tentunya merupakan daya tarik bagiku untuk memikat wanita wanita. Domino 99 terpercaya

Saya mempunyai cerita dewasa dimana kisah ini terjadi 4 tahun yang lalu, jujur saja saya lebih menyukai wanita yang umurnya lebih tua dari saya bisa di bilang tante tante lah, karena bagi saya tante tante ada daya tarik sendiri apalagi di tambah dengan kulit yang putih dan mulus serta jam terbangnya juga tinggi untuk masalah bercinta.

Tetapi sebagai pegawai swasta yang bekerja, saya mempunyai keterbatasan waktu, tak gampang bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong saya untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ‘full body massage’.

Uang bagiku tak masalah, sebab saya berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, tetapi kepuasan yang ku bisa jauh dari itu. Sesampai saya tak memasang tarif untuk jassaya itu, diberi berapapun kuterima.

Sepanjang hari itu, semenjak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka cuma iseng belaka, atau cuma ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.

“Hallo dengan Niko?” bunyi merdu terdengar dari sana.

“Ya saya sendiri” jawabku.

Dan seterusnya ia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, “Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kau punya?” katanya.

“Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm.” jawabku.

“Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kau ini termasuk semuanya,” lanjutnya.

“Apa saja yang kau butuhkan, kau pasti puas dech..” jawabku. Dan yang agak mengejutkan merupakan bahwa ia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Tetapi kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Akhirnya ia meminta saya untuk langsung datang di sebuah hotel “R” berbintang lima di wilayah Sudirman, tak jauh dari kantorku. Saya mengira bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu.

Dan benar dugaanku, sebuah president suite room sudah ada di hadapanku. Langsung kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku.

“Niko?” katanya.

“Ya saya Niko,” jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas sampai bawah sebelum ia mempersilakan saya masuk ke dalam. Pasti ia tak ingin sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.

“OK, masuklah” katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Saya memandang sekeliling, sebuah TV berukuran 52″ sedang memperlihatkan blue film.

Lalu saya memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum pada saya sambil menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. “Kau pasti Niko khan? Kenalkan saya Siti” katanya lembut.

Saya terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Saya masih terpana dan menahan liurku, ketika ia berkata “Lho kok bingung sich”.

“Akh enggak..” kata saya sambil membalas salamnya.

“Kau mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.

“Oke tunggu yach sebentar,” jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya cuma menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan langsung sesudah itu kukenakan celana pendek dan kaos.

Saya melangkah keluar, “Yuk kita mulai,” katanya.

Dengan sedikit gugup saya menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya saya bertanya, “Boleh saya lepaskan pakaianku?”, ia tertawa kecil dan menjawab, “terserah kau saja..”.

Langsung kulepaskan pakaianku, ia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, “Ahk.. ehm..” dan langsung mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. “Kau cantik sekali Siti” kata saya lirih.

Saya tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya saya ini. “Ah kau bisa saja,” kata Siti.

Langsung saya masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan toketnya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantung dengan indahnya, diantara keremangan saya masih bisa melihat dengan amat jelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu amat montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan.

“Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tanpa sadar, “Ia benar-benar sempurna” kata saya dalam hati.

“Guh..” bisik Tante Siti di telingaku.

Saya menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitu dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok,

Bayangan bundar kedua buah toketnya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pacuma yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover.

Hmm.., betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyak mungkin air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.

“Guh.. mulailah sayang..” bisik Tante Siti, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya.

Kukecup lembut bibir Tante Siti yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua matsaya menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.

Selama kurang lebih 10 detik saya mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Siti yang masih berada di hadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku.

“Apa yang bisa kau lakukan untukku Guh..” bisiknya lirih setengah kelihatan malu.

Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku sudah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik,

“Tante pasti tahu apa yang akan Niko lakukan.. Niko akan puaskan Tante sayang..” bisikku pelan. Jiwa saya sudah terlanda nafsu.

Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh.. mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover.

“Oouuhh..” Tante Siti mengeluh lirih.

Bagaimanapun juga anehnya saya saat itu masih bisa menahan diri untuk tak bersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun-ubun tetapi saya ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas saya kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah.

Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Siti. Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan saya membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya.

Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Siti sudah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku.

Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi sebab posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celansaya itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Siti yang empuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Siti.

Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yang paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu.

“Ohh apa yang akan kau lakukan.. akh..” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalsaya semakin bawah dan..,

“Nyam-nyam..” nikmat sekali kemaluan Tante Siti. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.

Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creep..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.

“Aaahh.. kau nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang kemaluannya merupakan terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Niko..” lirih Tante Siti.

Sementara saya asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali, kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang cuma memandangku dari kegelapan.

“Aahh.. sayang.. Tante suka yang itu yaahh.. sedoot lagi dong sayang oogghh,” ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini.

Lima menit kemudian.. “Sayang.. Saya ingin cicipi punya kau juga,” katanya seperti meminta saya menghentikan tarian lidah di atas kemaluannya.

“Ahh.. baiklah Tante, sekarang giliran Tante,” lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring. Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata.

“Okh Guh.. indah sekali punyamu ini..” katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu.

“Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm.. nggmm,” belum lagi kata-kata isengnya keluar saya sudah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan,

“Croop..” langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara saya sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjatsaya tegang dan keras.

“Aduuh enaak.. oohh enaknya Tante oohh..” sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih toket besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu.

Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm..” cuma itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.

“Crop..” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Saya langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.

“Aoouuhh.. Tante nggak tahan lagi sayang ampuun.. Guhn.. hh masukin sekarang juga, ayoo..” pintanya sambil memegang pantatku. Langsung kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang kemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan,

“Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh..” ia merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris.

Saya tahu kalau itu merupakan reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalu rapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Siti merupakan wanita yang kesekian kalinya mengatakan hal yang sama. Tetapi jujur saja, ia merupakan wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri.

Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali saya juga berusaha mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul sampai membuatnya semakin bernafsu, tetapi tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada setiap hitungan kelima.

Tangannya menekan-nekan kepalsaya kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu.

Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil sampai wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat amat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua.

Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran.

Sesudah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Guhh.. ooh,” desah Tante Siti.

“Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali seperti ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-katsaya yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu.

Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.

Cuma sepuluh menit sesudah itu goyangan tubuh Tante Siti terasa menegang, saya mengerti kalau itu merupakan gejala orgasme yang akan langsung diraihnya, “guh.. aahh saya nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..”

“Taahaan Tante.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan dulu .. jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Siti menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku sampai kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya.

Saya sadar sulitnya menahan orgasme itu, sampai saya meremas keras toketnya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya.

“Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu.

Saya merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.

Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas bunyi gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang sudah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Siti.

“Aaakhh.. enakk!” desah Tante Siti sedikit teriak.

“Tante.. saya mau keluar nich.. eesshh..” desahku pada Tante Siti.

“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya sambil mendesah.

“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku agak keras dengan bersamaannya spermsaya yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Siti.

“Hemm.. hemm..” bunyi itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi cuma menonton kini sudah bangkit dan melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau sudah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,” katanya seraya memberikan segepok uang padaku.

Saya langsung memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Siti mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, sebab ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.”

“Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja,” jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar. Bandarq terbaik

“Akh.. betapa beruntungnya saya bisa ‘order’ melayani wanita seperti Tante Siti,” pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankan istrinya untuk digauli orang lain untuk memenuhi hasratnya.


Hasrat Sex Tante Siti


Di sebuah kosan di kota S, terdapat laki-laki muda yg masih single. Pria tersebut bernama Ujang (nama samaran). Perawakannya ganteng dan berbody atletis, berkulit putih dan memiliki batang kemaluan yg besar dan panjang, dgn panjang 18 cm dan diameter 5 cm. Capsa susun Terpercaya

Dia mempunyai libido sex yg tinggi, tdk jarang melakukan onani sampai setiap hari jika sedang bernafsu.

Kosan Ujang sendiri kosan campur untuk pria dan wanita. Disamping kamarnya pun ditempati oleh Ratna, 25 tahun yg sudah menikah dan mempunyai dua orang anak, namun suaminya tinggal di kota asalnya. Sedangkan Ratna bekerja di salah satu perusahaan manufaktur sebagai buruh. Walau sudah menikah, tubuhnya masih bagus, body seksi dan kulitnya putih susu. Payudaranya masih kencang, berisi, dan montok dgn ukuran 36B.

Hari kamis Ujang pulang kerja lebih awal, tetapi dia sampai di rumahnya baru sore hari, karena dia tadi bersama temannya nonton film biru dulu di kantor.

Setelah sampai di rumah, Ujang ingin langsung masuk kamar untuk melepaskan nafsunya yg terbendung dgn melakukan onani. tetapi ketika hendak masuk kamar, Ujang melihat Ratna sedang duduk memainkan henpon di depan kamarnya menggenakan baju yg seksi, dgn hanya memakai rok mini dan atasannya “you can see”.

Dia memperhatikan Ratna yg sedang asik memerhatikan layar hapenya tanpa menyadari ada Ujang didekatnya. Otak Ujang cepat berpikir kotor, apalagi sudah dari tadi dia sedang bernafsu. Ujang berjalan mendekati Ratna. Kamar mereka pun terbilang diujung lorong dalam dan kosan memang sedang sepi sehingga Ujang lebih berani melakukannya. Dia mengendap-ngendap mendekati Ratna yg paling dekat dan membelakangiinya.

Setelah dekat, dipeluk tubuh Ratna yg baru mau berdiri dan langsung bibirnya bergerilya di leher Ratna.

“Eh eh. Lepasin! Apa apaan nih!” katanya.

Tp Ujang tetap acuh saja dan terus menciumi leher bagian belakang milik Ratna.

“Aug..!” desah Ratna saat Ujang mulai meremas payudara miliknya.
“Kamu harus melayaniku, aku sedang ingin bercinta..!” kata Ujang seraya melepaskan pelukannya tp tdk melepaskan genggamannya di tangan Ratna.
“Tappiii….” jawab Ratna ketakutan namun tdk memberikan perlawanan.

Mendapati lawan mainnya yg tdk berontak, Ujang semakin bersemangat.

“Tdk ada tp-tpan..” jawab Ujang sambil kembali memeluk Ratna dan mulai menciumnya.
“Augghhh…” desah Ratna saat tangan Ujang menyelinap ke selangkangannya dgn mereka tetap berciuman.

Ciuman Ujang mulai turun ke arah payudara milik Ratna, dikecupnya payudara Ratna walau masih tebungkus BH dan kaosnya, sedangkan tangan Ujang meremas-remas susunya yg kiri dan tangannya yg satunya sudah berhasil melewati CD- nya.

“Augh, mass…” desah Ratna.

Dibuka bajunya dan BH-nya,

“Wah besar juga susumu Ta..” kata Ujang sambil tangannya memainkan susu Ratna dan memelintir puting susunya.
“Ah, mas bisa aja, ayo dong nyusu duluuu.. augh..!” jawab Ratna yg berubah menjadi nakal sambil mendorong kepala

Ujang hingga susunya langsung tertelan mulut Ujang.

“Augghhh….” desah Ratna merintih kenikmatan, sedang tangannya Ratna masuk ke celana Ujang dan langsung mengocok batang kejantanan Ujang.
“Mas, jangan disini, nanti dilihat orang. Ke kamar ku saja yuk….” Pinta Ratna.

Ujang segera mengangguk dan menarik tangan Ratna memasuki kamarnya.

Begitu memasuki kamar Ratna dan menutup pintu. Segera dijilat dan dihisap payudara Ratna, tangannya meremas serta mempermainkan puting susunya, kadang digigit dan disedot payudara Ratna.

“Auuughhh..!” Ratna berteriak kencang saat susunya disedot habis dan tangan Ujang masuk ke liang senggamanya.

Ciuman Ujang turun setelah puas menyusu pada Ratna, dijilatnya perut Ratna dan membuka roknya.
Setelah terbuka, terlihat paha putih dan liang senggamanya yg telah basah yg sangat membuat nasfu Ujang bertambah. Diciuminya bibir kemaluan Ratna yg masih terbungkus CD.

“Augghhh..” desah Ratna tdk kuat. Karena tdk kuat lagi, Ratna mendorong kepala Ujang dan langsung menurunkan CD- nya, setelah itu didorong masuk kepala Ujang ke liang senggamanya.
“Auughhh.. ughhh…” desah Ratna saat lidah Ujang menjilati bibir kemaluannya. Lidah Ujang semakin liar saja, dimasukkan lidahnya ke liang itu dan dijilati semua dinding kemaluan itu tanpa ada sedikitpun yg terlewati.

Klitorisnya pun tdk ketinggalan digigit dan dijilati.

“Aauuugghhh… aaggghhh..!” desah Ratna.

Lidah Ujang terus menjilati bagian dalam memek Ratna. Ratna mulai mengejang bagai tersambar petir jilatan lidah Ujang.

Tangannya mulai menjabak rambut Ujang, tp Ujang tdk marah dan sebaliknya malah mempercepat jilatan lidahnya.

“Aaggghhh… aku mau keeeluuu… uuaarrr… Maaa…sssss…” rintih Ratna. Dijilati terus Ratna dgn lidahnya, dan akhirnya, “Creeeettt… crrreeeettt..!” cairan kental, panas, dan asin keluar dgn deras di lidah Ujang, dijilati cairan itu dan ditelan Ujang.

Sebelum sempat Ujang melakukan aksi berikutnya, Ratna segera bangkit dari kasurnya dan mengambil tas kecilnya. Dikeluarkan kondom dari dalamnya yg berwarna kuning keemasan.

“Kalau mau yg kayak gini, bilang baik-baik dong. Jangan main nyosor aja…” Kata Ratna sembari melempar kondom ke arah Ujang.

Ujang pun segera menangkapnya,

“Ya kan gak tau kalau ternyata kamu juga mau…” jawab Ujang.

Ditidurinya langsung tubuh Ratna, dicium lagi payudaranya yg sudah mengeras. Dijilat dan digigit puting susu Ratna dan Ratna hanya mendesah saja, tp tangannya masih di dalam liang kemaluannya.

Tangan Ujang kembali bergerilya menjelajah memek Ratna.

Ratna yg memang sudah terangsang berat pun semakin cepat saja orgasme.

“Aagh… uugghh… aku mau lagi… keluar Masssssss…!” jerit Ratna, dan Ujang masih terus menjilati dgn cepat dan terus bertambah cepat.

“Ccrrreeettt… ccrreeett..!” keluar cairan panas membasahi lidah dan wajah Ujang lagi, dan seperti sebelumnya, dijilati dan ditelan cairan yg keluar dari kemaluan Ratna.

Setelah selesai menjilati kemaluan Ratna, Ujang menarik tangan Ratna dan menyuruhnya berposisi nungging atau doggy style.

Dipasangkannya kondom yg tadi diberikan Ratna. Dipukul pantat Ratna dgn batang kejantanannya dan tangannya meremas susu Ratna agar membangkitkan rangsangan lagi. Setelah terlihat merekah lubang kemaluan Ratna, batang keperkasaan Ujang pun langsung ditancapkan ke memek Ratna.

“Aaaggghhh..!” desah Ratna saat batang kejantanan Ujang masuk semua ke lubang senggamanya.

Ujang pun mulai memompa secara teratur dan stabil, diselingi hentakan-hentakan yg tiba-tiba,

”Aaagghhh..!” desah Ratna.

Ujang terus memompa dan sekarang mulai bertambah cepat, karena melihat Ratna yg kepalanya mendangak ke atas dan berteriak semakin keras mengucapkan kata- kata kotor.

“Agghhh… mas, rudal mas ennnakk banget… Aku mau keluar massssss…!” teriak Ratna yg malah mempercepat sodokan Ujang ke liang senggamanya.
“Aagh… aku keluu.. arrr..!” tubuh Ratna mengejang dan cairan keluar membasahi batang kemaluan Ujang, terasa panas cairan tersebut.

Dan setelah selesai, Ujang mencium punggung Ratna dan berkata,

“memek kamu enak, rapet kayak masih perawan…..”

Ratna hanya diam berbaring di kasur dan tangannya meremas susunya sendiri.

Diacungkan lagi batang keperkasaan Ujang, dilepaskan kondom yg terpasang dan mengarahkan penisnya ke arah Ratna dan disuruh memasukkan ke mulutnya. Ratna langsung menyambar batang kemaluan tuannya dan mulai menjilati serta memasukkan ke mulutnya.

“Aaggghhh..!” desah Ujang,
“Kamu hebat juga ya kalau ngemut beginian..!” kata Ujang memuji hisapan tetangga sebelah kamarnya.

Ratna memang ahli, dia menjilat dari ujung sampai ke buah zakar tuannya, kadang dimasukkan semua batang tuannya ke mulutnya dan disedot serta dimaju- mundurkan mulutnya.

Setelah puas dgn kepunyaan Ujang, Ratna meminta Ujang memasukkan keperkasaannya ke lubang kenikmatannya.

Ujang berbaring di Kasur dan memasangkan kondom baru lalu menyuruh Ratna berada di atasnya. Ratna menuntun batang kejantanan tuannya ke liangnya dalam posisi dia duduk di atas tuannya.

“Aggh..!” desah Ujang dan Ratna saat kejantanan Ujang masuk ke liang Ratna.

Ujang mendorong pinggulnya untuk menekan kemaluannya masuk dan Ratna menggoyangkan pinggangnya agar batang tuannya bisa maraba semua bagian dalam memeknya. Naik turun dan bergoyang memutar Ratna untuk mengimbangi sodokan liar tuannya. Tangan Ujang pun meremas susu Ratna yg bergoyang mengikuti gerakan Ratna.

“Agghhh.. uuugggkkkhhh..!” desah Ratna. Ratna pun terus berteriak mengeluarkan kata-kata kotor dan mendesah ketika dia merasa sudah mau keluar.
“Aaghh… ruuu.. dalll… kamuu…. enak, akuu… mau.. keluarr..! Enakkk..!” Ujang mempercepat gerakannya dan demikian juga Ratna.
“Creeettt.. creeettt…” keluar cairan panas yg kali ini lebih panas dari milik Ratna ke batang kemaluan Ujang.
“Kamu hebat Ratna..” kata Ujang sambil mengecup susu Ratna.
“Aghh.. Kamu juga hebat, penis kamu enak..!” Ujang menarik Ratna dan menjilati bibir kemaluan Ratna.

Setelah mengistirahatkan kemaluannya, Ujang menyuruh Ratna menjilati dan menyedot rudalnya agar berdiri kembali.

Dan setelah berdiri, maka Ujang memasukkan batang kejantanannya ke lubang kenikmatan Ratna dalam posisi tiduran (Ratna di bawah dan Ujang di atas menindih).

“Aggghhh..!” desah Ratna saat batang kemaluan Ujang baru masuk setengah.
“Rapet banget lubangmu Ta..!” kata Ujang ketika agak kesulitan memasukkan seluruh batang kemaluannya.

Dihentakkan dan disodok rudal Ujang ke tetangganya, dan secara spontan Ratna berteriak merintih kesakitan karena dimasukkan secara paksa.

“Aaghhh.. iiighhh..!” teriak Ratna.

Ujang mendiamkan sebentar rudalnya yg telah masuk ke kemaluan Ratna. Setelah itu mulai dipompa pelan dan semakin lama semakin cepat.

“Aghhh… uugghhh.. koonnn… tooolll kamuuu… enakkk..!” teriak Ratna saat sodokan Ujang mulai tambah cepat dan mulut tuannya menghisap susunya.

Ujang terus menghisap dan memompa cepat rudalnya, dan Ratna mulai bergerak ke kiri ke kanan dan kemaluannya secara spontan mulai menjepit rudal tuannya yg berada di dalam sarangnya.

“Aaaghhh, sayaaa… keluarrr… uughhh… ughhh..!” Ratna menjerit kencang tdk beraturan karena nafasnya mulai kehabisan menahan kenikmatan sodokan batang rudal tuannya.

Akhirnya,

“Crreeettt.. ccrreeeettt..!” keluarlah cairan panas ke kemaluan Ujang, dan cairannya sangat banyak hingga keluar mengalir dari liang senggamanya.
“Puas sekali aku menikmati kamu berkali-kali!” kata Ujang setelah mengecup bibir kemaluan Ratna yg sudah banjir dan masih mengeluarkan cairan.
“Ah kamu bisa aja, memang saya hebat..? Nanti malam aku ke kamar kamu deh, aku akan jadi pembatu sex kamu, dan aku berikan layanan super special dari memek aku ini.” Kata Ratna sembari mengecup Ujang.

Karena masih berdiri tegak dan masih belum ejakulasi, maka Ujang menyuruh Ratna menghisap dan menjilat kemaluannya sampai mengeluarkan sperma.

Ratna menghisap dan memasukkan batang kemaluan Ujang ke mulutnya dgn rakus.

Ujang sudah merasa mau keluar dan ditariknya kemaluannya sambil mulai mengocok dgn cepat di hadapan wajah Ratna.

“Aaaghhh..!” desah Ujang saat dia mengeluarkan beban sex- nya yg ada di alat vitalnya.

Semburan sperma tadi mengenai wajah Ratna. Karena sperma yg dikeluarkan sangat banyak, maka sampai mengalir ke payudara Ratna.

Ujang menyuruh Ratna membersihkan sisa sperma di batang kejantanannya dgn mulut Ratna.

Setelah itu Ratna menjilati dan menelan sperma yg mengalir dan menempel di mulut, wajah, dan payudaranya. Domino 99 terpercaya

Demikianlah pengalaman sex Ujang dan tetangganya yg masih berlangsung sampai sekarang, walaupun Ujang sekarang sudah mempunyai pacar, namun aktivitasnya setiap malam dgn Ratna tdk pernah terlewatkan.


Ibu Muda Seksi


Saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Panggil saja saya Borris. Cerita ini merupakan kisah nyata saya yang sampai saat ini masih berlangsung meskipun saya akui saya jenuh dan ingin mencari pengalaman lain dengan wanita yang berbeda pula.

Cerita berawal dari kisah pacaran saya dengan Mia, seorang mahasiswi yang berbeda kampus dengan saya. Setelah saya berpacaran dengannya selama dua bulan, barulah Mia menampakkan sisi kehidupan aslinya, bahwa dia penganut seks bebas.
Keadaan itu saya ketahui dari perkataannya sendiri ketika saya selesai makan dengannya di sebuah warung mahasiswa khas Yogyakarta. Ketika itu dia cerita kalau selama tiga bulan dia tidak pernah disentuh lelaki termasuk saya. Maksudnya tentu saja merasakan kenikmatan seksual yang selama ini dipenuhinya dari mantan pacarnya yang terdahulu sebelum saya. Kontan saya kaget berat mendengar hal itu. Batang kemaluan saya langsung tegak dan seakan ingin loncat keluar.Domino 99
“Kenapa kamu tiba-tiba jadi horny begini..?” tanya saya.
“Aku tiga hari ini habis nonton BF bareng temen- temen kosku..,” jawabnya, “Ayolah.., kamu mau ya..?” pintanya.
Aku semakin tidak karuan mendengar permintaannya itu sambil menggelayut di lenganku dengan manja. Akhirnya kuputuskan untuk meladeninya, meskipun aku belum pernah melakukannya sama sekali dengan wanita manapun. Dia tampak senang sekali mendengar kesediaanku meladeninya malam itu. Di kepalaku mulai timbul pikiran-pikiran yang kotor sambil berfantasi dengan kemolekan tubuhnya yang sintal, langsing dan berisi itu (payudaranya berukuran 34 A, kira-kira segitu deh). Seketika saja motorku langsung kubawa ke arah tempat kost-nya yang memang bebas, dan laki-laki boleh masuk, karena memang tetangga sekitar berjarak agak berjauhan dengan rumah itu. Sampai di kost-nya, aku memarkirkan motorku dan langsung digandeng masuk ke dalam kamarnya.
Teman-teman satu kost-nya langsung saja mengejek kami ketika kami baru saja masuk, “Waaahh, sudah kebelet ya.. abis yang kemarin itu..?” kata salah seorang dari mereka dan langsung disambut sorakan yang lainnya.
Aku hanya diam saja, sedang Mia tertawa kecil sambil berkata, “Biarin..! Orang gue juga kepengen kok..!”
Sesampainya di kamar, Mia bergegas mengunci pintu dan langsung menubrukku sampai aku tersungkur di kasurnya. Dia mulai menerkam bibirku dengan ciumannya yang penuh nafsu. Aku sudah tidak ada pikiran untuk menghentikan tindakannya itu. Aku langsung meladeni ciumannya yang ganas itu dengan ganas pula. Tangan Mia mulai merayap di kemaluanku yang masih tertutup celana. Aku tidak mau kalah juga, kusergap payudaranya dengan remasan yang lembut sambil kulepaskan satu persatu kancing bajunya.
Akhirnya dia pun berdiri karena melihatku mulai bernafsu dan sudah mulai membuka bajunya. Dia mulai membantuku membuka bajuku hingga celana dan sekaligus celana dalamku terlepas dari tubuhku dan dilemparkannya saja ke tepi ranjangnya. Begitu juga sebaliknya, kulucutkan pakainnya hingga kami sama-sama telanjang bulat. Tanpa pikir panjang, aku direbahkannya di atas kasur dalam posisi duduk, dan kini wajahnya sudah berada tepat di depan batang kejantananku yang sudah tegak berdiri.
“Aku kangen sama kemaluan lelaki..!” katanya sambil mengocok-ngocok lembut batang kemaluanku.
Aku semakin menggeliat. Baru pertama kali batang kemaluanku dikocok sama cewek. Kocokannya semakin terasa dan aku semakin mendesah hebat. Tidak sampai dua menit dia mengocok, tiba-tiba mulutnya diarahkannya ke batang kejantananku dan ia pun mulai mengulumnya. Gila..! Sensasi yang luar biasa. Aku terkesan dengan permainan mulutnya, sesekali dihisap, dimainkan menggunakan gigi, dikulum, dijilat dan banyak lagi deh.
Setelah agak lama dan aku juga sudah mulai sangat terangsang, kuangkat dia ke sebelahku dan sekarang aku yang berlutut di lantai, sedang Mia yang sekarang duduk di kasur. Aku sudah tidak tahan ingin mencoba merasakan menjilati miliknya yang gundul tanpa ada selembar bulu pun itu, karena tampaknya Mia sudah mencukurnya. Aku memulai dengan mempermainkan vaginanya terlebih dahulu menggunakan jari- jariku.
“Sssttt… aaahhh… terus..!” rintihnya ketika jariku mulai memasuki daerang liang senggamanya.
Aku mulai mempermainkan nafsunya dengan jari-jariku, dia mulai meronta dengan mengangkat-angkat pantatnya. Tidak lama setelah itu aku mulai menjilati dengan segala macam cara di lembah yang gersang itu, mulai dari kumasukkan lidahku ke lubangnya sampai kuputar-putar di lipatannya yang membuat Mia semakin meronta bagaikan orang yang kerasukan birahi. Sekitar 10 menit aku memainkan liang senggamanya, Mia mulai tidak tahan.
“Maaass… akuuu.. maauu.. keluarr… aaahhh… masukin aja pake… batangmu… Mass.., uuuhh… aaahh..!” rontanya sambil mengangkat-angkat terus pantatnya, sedangkan kepalaku masih ditekannya, seakan dia minta jangan dilepaskannya lidahku pada lembahnya.
Aku tidak mempedulikan rintihannya hingga suatu saat, “Seerr… haaahh… haaahh..!” Mia mengelinjang hebat merasakan orgasmenya. Liang kemaluannya tetap tidak kubiarkan menganggur, aku masih mempermainkan liangnya itu dengan jariku. Mia masih meronta. Langsung dia sergap batanganku, dikocoknya dan dikulumnya dengan penuh semangat. Aku sedikit meronta karena seakan Mia membalas perlakuanku padanya.
Akhirnya aku langsung saja merebahkannya dalam posisi telentang, aku mulai membimbing batang kejantananku yang masih tegang hebat itu ke liang senggamanya, dan, “Slepp..!” batangankusudah masuk penuh. Ketika rudalku itu masuk penuh, Mia merintih, ” Haaahh.. Maaasss.. goyang..!” rintihnya manja. Kuturuti saja kata-katanya, aku mulai menggoyang pinggulku dan menyodok- nyodok lubang kenikmatannya dengan batang kejantananku.
Rintihan demi rintihan bergantian keluar dari mulut kami. Sampai akhirnya Mia semakin menggelenjang tidak menentu, aku tahu kalau dia sudah mau orgasme lagi. Melihat gejala itu, langsung saja kupercepat gerakanku sampai akhirnya, “Serr.. serr.. serr..!” keluarlah cairan kenikmatan itu dari liangnya.
“Stop… Stoop dulu… hhuuhhh… huuhh.. haaahh, jangan.. dicabut Mas..! Biarin aja..” pintanya. Aku pun tidak mencabut kemaluanku dan seketika kurasakan batang kejantananku dihisap-hisap liang vaginanya, gilaa..! nikmat sekali. Tidak lama kemudian aku dibaringkan ke kasur dengan posisi telentang. Kini posisi Mia ada di atas dalam keadaan duduk sambil mengocok batanganku dan membimbing lagi ke arah liang kemaluannya.
“Sleepp..!” “Oohh.. liangmu enak banget Say..!” kataku.
“Punya kamu juga bikin aku gila Mas..!” katanya sambil menaik-turunkan tubuhnya di atas tubuhku.
Tanganku tidak diam saja, kuraih payudaranya dan kukulum, kuhisap payudaranya bergantian sambilkumulai meremas bergantian tanpa berhenti. Rontaan Mia semakin hebat dan semakin kelojotan dia. Aku pun mulai tidak tahan, karena posisi inilah yang paling kusukai, karena tangan dan mulutku tidak akan berhenti hinggap di bagian tubuh wanita yang paling kusukai, yaitu payudara. Setelah sekitar 15 menit kami saling menggenjot birahi, akhirnya rasanya aku tidak dapat lagi menahan keinginanku meledakkan laharku.
“Saayy… aku maauuu keluar Saayy..!” rintihku.
“Tunggu aku Massss… ntar keluarnya aku kocokin aja..!” kata Mia yang membuatku kaget setengah mati dan langsung membayangkan bagaiamana nikmatnya dikocokin tangannya ketika mau orgasme.
Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan jepitan pangkal paha Mia semakin keras, dan rontaannya semakin tidak beraturan, sedangkan aku juga sedikit mulai merasakan mau keluar. Seketika batang kemaluanku merasakan adanya cairan yang mengguyur dari dalam rahimnya sambil Mia terlihat kelojotan tidak beraturan. Aku belum merasakan mau keluar juga saat itu.
“Mia, keluarin aku juga dong. .!” pintaku merintih sambil meremas buah dadanya yang ranum itu. Seketika dia sudah mengocok batang kejantananku dan langsung membasahinya dengan ludahnya,dihisapnya dan dikulumnya layaknya sedang makan es krim. Tidak ada semenit aku sudah menumpahkan air maniku ke lehernya sambil kocokannya terus jalan tidak berhenti. Setelahitu dia membersihkan batang rudalku dengan jilatannya.Situs Poker Online
“Aku ntar malem pengen lagi ya..?” pintaku.
“Aku juga pengen lagi kok Mass..!” katanya dengan disertai ciuman lembut di bibirku.
Sejak saat itu aku mulai ketagihan hubungan seks dan kami berdua tidak pernah sungkan-sungkan lagi kalau lagi ingin melakukan hubungan seks. Pernah kami melakukannya sehari tiga kali. Bahkan kami pernah hanya melakukan 10 hari dengan oral seks saja, mengingat saat itu Mia baru menstruasi. Namun petualangan seksku belum berhenti sampai disitu.
Pernah suatu ketika, permainan hubungan seks kami diintip Ibu kost Mia dan dua orang teman kost-nya. Hingga saat Mia sudah lulus dan kembali ke kota asalnya, aku masih tetap main ke kost Mia karena setelah kepergian Mia, aku jadi simpanan Ibu kost Mia dan seorang teman kost Mia yang juga pernah mengintip kami melakukan hubungan seks itu sampai sekarang.

Ngentot Dengan Mahasiswi Memek Mulus


Berjumpa di sebuah warung yang terletak di pingggir jalan menjual aneka minum minuman keras, setiap malam selalu buka, dan yang disana rata rata laki laki berprofesi antara lain sopir angkot, penjudi, perampok dll dikenal tempat itu kumpulnya para bandit, ada yang berencana untuk merampok toko emas yang berada di seberang sana, mereka sedang merencanakan perampokan terhadap toko emas di kota


Setelah berbicara cukup lama , Agus menyalakan Rokoknya , lalu berjalan ke luar warung . Matanya menerawang jauh , menatap jalan kecil yang mulai gelap itu . Sampai matanya agak memicing , karena silau , tersorot lampu mobil .
Suzuki Carry itu tepat berhenti di samping Agus . Perlahan kaca gelap mobil itu terbuka , dan terlihat sosok gadis muda . malam pak , numpang tanya , perumahan cemara indah , dimana pak.. suara gadis itu begitu lembut , membuat birahi Agus jadi bangkit .
Agus menatap gadis itu , dia tersenyum , di otaknya mencari cara , untuk memperdaya gadis itu .
sebenarnya bisa lewat jalan ini terus lurus , tapi jalan di depan ada galian kabel , jadi harus muter , terus lewat gang kecil di sebelah sana.. kata Ardis membohonginya .
Oh , lewat jalan gang .. yang mana yah pak.. kata gadis itu lagi . wah jalannya sempit dan rusak , terus agak belok belok.. kata Agus lagi .
Gadis itu diam , sepertinya binggung . begini saja , biar saya antar , saya naik motor , nanti kamu ikuti motor saya . kata Agus .
Gadis itu tersenyum , wah , terima kasih , jadi repotin bapak saja nih.. .
Agus tersenyum , jantungnya berdetak lebih cepat , rencananya sudah makin mendekati ke mangsanya . Agus tersenyum lagi lalu berkata tidak apa apa koq , tapi saya mau makan dulu yah.. di warung dalam sana .. kamu tunggu saja sebentar.. .
Agus berencana , untuk mengepungnya bersama teman temannya dan membawanya masuk ke warung itu .
Tapi di luar dugaan Agus , gadis itu malah turun dari mobil suzuki carry itu. eh pak , saya juga agak haus .. saya ingin minum juga.. katanya .
Itu langkah yang salah , gadis itu tak menyadari banyak serigala lapar di dalam sana
Agus tersenyum sekali lagi , dan menatap gadis itu . Yang berpakaian seksi dan sensual. dia mengenakan gaun pesta . Bagian dadanya lumayan rendah membuat belahan dadanya agak terlihat .
Agus sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Linda. Ia menyeringai setiap kali Linda menjerit kesakitan.

Buah dada gadis itu tidak besar, tapi padat dan bulat, dan tetap mengacung walaupun ia tidak mengenakan BH sekalipun. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh gaun pesta itu.
Panjang gaun malam itu hanya sampai sepuluh senti di atas lutut , membuat kakinya yang panjang terlihat jelas, halus, putih mulus. Karena ketatnya gaun yang ia pakai, gadis itu berjalan perlahan, masuk ke dalam warung itu. Rambutnya yang berwarna kecoklatan jatuh tergerai di punggungnya.
Setelah gadis itu berada di dalam warung itu , dia tidak yakin apakah memang tempat ini yang baik , setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Ia sendiri harus bertanya beberapa kali kenapa bisa sampai ke tempat ini.
Gadis itu mulai grogi , dia terus dekat Agus yang asik melahap mie instan rebus , lalu memutuskan untuk memesan teh botol dan sambil berdiri menunggu sebentar.
Keempat orang yang sedang bermain kartu remi memandanginya dengan mata melotot penuh nafsu birahi .Gadis itu sendiri merasa merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali mata Selly beradu pandang dengan mereka. Tak lama , suasana semakin memanas .
pak , ayo tolong antarkan saya.kata gadis itu pada Romy . Agus tersenyum sabar yah , oh iyah nama kamu siapa sih . Gadis itu tak menjawab . Tapi Agus bertanya lagi eh , nama kamu siapa ? . Linda jawabnya singkat.
Oh nama eloe bagus juga , kata Agus . Linda berkata lagi ayo pak , nanti saya bayar ongkosnya , tolong bapak antar saya sekarang .
Agus tersenyum sinis , lalu tangannya hinggap di pantat Linda dan merabanya . Gadis itu tersendak eh.. jangan kurang ajar yah.. katanya . Agus tersenyum menyeringai he he he baru gitu aja eleo udah marah , gimana kalo gua entot loe.. .
Nada bicara Agus berubah , yang tadinya lembut ,sekarang jadi kasar . Linda menyadarinya , ini tidak baik . Segera dia menuju ke pintu , untuk pergi dari sana . Tapi terlambat , dua orang bandit berada di depan pintu . Mereka berdiri sambil mengusapi selangkangan mereka .
“Hei Non, gimana kalo loe buka baju eleo , jadi kita bisa senang senang!” seseorang dari mereka berkata. “Gimana kalo kita nyanyi sama-sama , sambil telanjang Non?” yang lain menimpali.
Linda mulai panik , minggir , saya mau pergi ..katanya .
Tapi seseorang segera mendekatinya dan menempatkan tangannya di bahunya serta mendorongnya duduk di kursi sementara preman itu sendiri duduk di sebelah Linda. Hei , apa apa nih.. kata Linda
Kemudian tanpa aba aba , preman itu menjilat dan mencium telinga Linda .Linda berontak , dan menjerit apa apa nih , bajingan . Lalu tangan Linda reflek menampar pipi preman itu . Teman temannya yang lain tertawa tawa .
Tiba tiba , preman itu mencabut belatinya , dan menancap belati itu di kursi kayu yang di duduki Linda , tepat di antar kedua paha Linda . Untungnya belati itu tak sampai melukai pahanya .
Linda hanya bisa memandangi belati mengkilap itu dengan mulut terbuka tak percaya kejadian ini harus menimpa dirinya .
Ketika Linda tidak mengatakan apa-apa, orang itu memasukkan tangannya ke dalam gaun Linda, merabai pahanya dan berusaha membuka kaki Linda. Hei , apa apa nih tolong , jangan . Linda meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertolongan.
Hei , jangan gangu dia , dia milik gua..bentak Agus . Dan preman itu melepaskan tangannya .
Agus segera mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang preman memegang tangan Linda yang terus berusaha meronta dan menjerit, Tolong.. tolong lepaskan jangandari atas tempat duduknya. Kedua laki-laki itu berkata yah terus menjerit .. gua suka dengar suara jeritan eleo
Wajah Linda memutih pucat ketakutan, dan memohon pada mereka untuk melepaskan dirinya.
Tapi dua dari preman itu segera menarik tangannya , dan membawanya ke meja kayu , yang biasa dipakai buat makan . Linda terus meronta . Tangan preman itu menjambak rambutnya . Akhirnya mereka berhasil membawa dan membaringkan Linda di meja kayu itu .
Kemudian kedua tangannya di ikat pada kaki meja . Kini tangan linda , terikat terbuka , satu ke kiri dan satu kekanan . Kini Linda terbaring tak berdaya , dengan tangan terikat seperti di salib . Hanya kakinya yang bergerak menendang nendang tanpa arah . Juga jerit tangisnya yang memilu .
Yah , terus berontak , gua suka sekali melihatnya..kata Agus tertawa . Linda terus berontak , dan menangis memohon dilepaskan . Tapi Agus hanya tertawa . eh , eloe orang minggir , liatin gua aja yah , cewek ini punya gua.. kata Agus pada teman temannya.
Teman temannya hanya tertawa tawa .
Lalu Agus segera merobek gaun Linda , dengan bantuan belatinya . Sekali tarik gaun itu lepas seluruhnya di sertai jeritan Linda .
Semua mata langsung tertuju pada tubuh Linda yang hanya memakai celana dalam hitam , dan juga bra yang hitam .
Agus merangkak naik keatas meja . Tapi Linda segera menedangnya . Agus cepat tanggap ,menangkis tendangannya , lalu memukul keras perutnya , Linda menjerit kesakitan aduh , ampun jangan pukul
Agus pun turun lagi , dan mengikat kedua kakinya pada kaki meja itu . Kini Linda benar benar tak berkutik . dia terikat diatas meja dengan kaki terbuka lebar. Ha ha cewek sialan loe , ayo berontak lagi. kata Agus.
Linda hanya bisa menitikan air mata . Dan Agus pun segera mendekatkan mukanya pada selangkanan Linda , menciumi aroma vaginanya yang masih terbungkus celana dalamnya. Linda mengelijing dan memohon tolong hentikan jangan lakukan ini. Tapi itu sia sia saja .
Agus terus saja menciumi celana dalamnya , dan tak lama dengan belatinya itu dia merobek celana dalam dan Bra Linda . Kini tubuh Linda terbuka , tanpa sehelai benang pun . Agus menatap tubuh telanjang gadis itu , demikian juga preman preman bejat lainnya.
Buah dada Linda yang montok , vaginanya yang kecil dengan sedikit bulu bulu kemaluannya. Agus segera mendekat ke vaginanya . Dengan dua jarinya dia membuka lebar bibir vagina Linda . wah , memek eloe masih bagus yah , apa eloe masih perawan. kata Agus .
Linda tak menjawab , hanya terisak tangis . Agus pun mejulurkan lidah menjilati klitorisnya . Linda mengelijing dan meronta sudah tolong hentikan . Agus terus saja bernafsu melumat vagina Linda . Membuat Linda terus mengelijing .
aghhh jerit Linda , ketika Agus memasukan dua jarinya ke liang wanita Linda . Jari Agus menyolok nyolok vagina linda dengan cepat . Jerit kesakita Linda , malah semakin membuat gerakkan jari Agus Liar . Agus mengorek ngorek liang vagina linda . Lalu menarik jarinya keluar.
Agus mencabut jarinya , menatap jarinya yang basah , menyeringai , lalu kembali memasukan jarinya di liang vaginanya . rupanya , eloe udah gak perawan yah.. dasar perek ejek Agus .
Kembali jarinya menyodok nyodok vagina Linda , membuat Linda mengeram pedih.
Setelah Agus puas memainkan vaginanya , Agus melepaskan ikatan Linda dan langsung menariknya turun dari meja kayu itu .Linda tersungkur di lantai , dan Agus membuka celananya . Penis ngacung keras.
Tiba-tiba, Agus menjambak rambut Linda dan menariknya , Linda menjerit kesakitan ahhhh , tolong ampun .
Agus memerintahkan Linda untuk segera mengulumnya dan jika ia berani mengigit penisnya, ia akan merontokan gigi Linda .
Agus memajukan penisnya mendekati muka Linda , penisnya yang sudah tegang dan keras, ia menjepit hidung Linda untuk membuat Linda membuka mulutnya. Linda meronta , tapi Kembali Linda menjerit keras , Ahhhh ketika satu pululan tepat di mukanya
Ketika Linda kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Agus segera mendorong penisnya ke dalam mulut Linda. dan mulai mendorong dan menarik kepala Linda.
Kepala Linda bergerak maju dan mundur tanpa henti, terus menerus. Lipstik Linda yang berwarna merah menempel di batang penis yang ada di mulutnya. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Linda tersedak, tapi Agus tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Linda.
Air mata mulai meleleh di pipinya . Sambil Linda dipegangi hingga tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya. Agus kemudian menarik penisnya keluar , lalu mendorong lagi.
Setelah kira kira 10 menit , Agus menekan masuk penisnya . Linda tersedak , dan terasa sperma Agus muncrat di tenggorokkannya . Setelah penis itu benar benar terlepas dari mulutnya , Linda segerah memuntahkan sperma yang memenuhi mulutnya.
Seorang dengan perut buncit , tangannya penuh tatto segera menghapiri Linda.Membuka resleting celananya , Tangannya kemudian menjambak rambut Linda dan mulai mendorong masuk penisnya dalam mulut linda mengantikan Agus
Menggerakan penisnya dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Linda. Semua orang dapat mendengar suara dahi Linda yang menumbuk perut orang itu, dan erangan Linda yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.
Ketika laki-laki itu akan mengalami orgasem ia mendorong kepala Linda hingga hidung Linda terbenam di dalam rambut kemaluan orang itu tanpa bisa menarik nafas. Sperma langsung menyembur keluar memenuhi mulut Linda.
Dan dari sudut mulut Linda sperma menyemprot keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Linda. Kemudian orang itu mulai bergerak lagi tanpa henti. Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Linda .Ketika akhirnya ia menarik penisnya dari mulut Linda, Linda megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk memuntahkan sperma yang masih ada di tenggorokannya.
Dua orang kemudian memegangi Linda sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Linda sendiri tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja ia mengalami shock.
Ketika semuanya telah telanjang bulat, kembali Linda diangkat dan diletakan di atas meja kayu dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Linda terbuka lebar dan tubuhnya telentang.
Agus kembali mendekat dan naik ke atas meja. Perlahan ia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Linda. Yang lain hanya bisa memandang iri pada penis Agus yang panjangnya hingga 25 senti dan selalu ia yang mendapat kesempatan pertama. Agus memerintahkan orang di dekat kepala Linda untuk mengangkat kepala Linda hingga Linda bisa melihat ketika penis Agus mulai masuk ke vagina Linda.
Orang yang memegangi kaki Linda berusaha membuka kaki Linda lebih lebar. Dengan satu kali dorongan keras, penis Agus dengan keras memasuki vagina Linda. Linda menjerit sekeras-kerasnya, AaHHHGG . . .dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Agus memperkosa dirinya.
Ketika Agus sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut menyakiti Linda dengan mencubit, meremas, meraba, mengisap, mengigit, menjilat dan menciumi seluruh tubuh Linda.
Mereka mulai dengan memainkan buah dada Linda dan mengisapi puting susunya, tangan-tangan mereka juga menarik-narik dan menjepit puting susunya. Linda terus menjerit , pilu ahhhggg ampun Ahhhh hentikan tolong .
Kaki Linda diangkat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Linda.
Cerita Panas – Beberapa menit kemudian jeritan Linda hanya tinggal erangan dan rintihan tapi Agus tetap memperkosa Linda tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah lama kemudian, Agus menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Linda, ia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga.
Kepala Linda terdongak dan jeritan melengking terdengar, melolong panjang keluar dari mulut Linda AGHHHH. Agus mengejang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Linda. Setelah Agus mencabut penis , spermanya pun berhamburan keluar dari liang vagina Linda yang membengkak dan memar.
Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan Linda dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya.
Linda hanya bisa berbaring , menangis , tubuhnya menjejang kesakitan . kaki dan tangannya masih terbuka lebar, ia menangis histeris. Ia telah diperkosa , dilecehkan, harga dirinya di injak injak .
Eh perek , kenapa nangis , Loe mustinya nikmatin, soalnya masih banyak cowok yang antri , semua mau cobain memek eloe kita baru aja mulai!” katanya pada Linda.
Seorang laki-laki segera naik ke atas meja setelah Agus turun. Sekarang, Linda dapat merasakan bagaimana bibir vaginanya perlahan membuka kembali dan penis itu sedikit demi sedikit masuk ke dalamnya. Kesakitan kembali tercermin di wajah Linda, ketika ia merasa tubuhnya seperti dirobek oleh penis yang masuk.Linda mengerang lagi aghhh sakit
“Loe jangan belagu deh! Kalo lo nggak suka sama punya gue atau punya temen gue tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak orang itu.
Perkataan orang itu membuat apa yang telah ia takutkan selama ini menjadi nyata. Linda akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di bar itu. Dan ia tidak punya pilihan sama sekali. Linda hanya bisa menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai.
Sekarang Linda hanya berharap ia bisa keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tidak ada seorangpun yang tahu apa yang telah ia alami.
Tak lama preman itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina Linda yang sudah terisi oleh sperma Agus . Lalu dengan segera orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Linda.
Linda tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan ia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Linda lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya. Sudah tolong lah Ahhh saya , sudah tak kuat , ahhh sakit .
Tapi Laki-laki yang sedang menindihnya meremas buah dada Linda keras-keras hingga Linda menjerit kesakitan. AHHGGG sakit hentikan tolong . Dan menarik puting susunya dengan kuat AGHH sakit ampunnn
“Jangan berisik! Lo belon ngelayanin temen-temen gue! Masih ada lima orang lagi!” bentaknya pada Linda.
Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Linda. Linda sudah sangat ketakutan sekarang hingga ia hanya bisa berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya.
Ia sama sekali tidak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Linda. Dan tepat sebelum orang itu orgasme Linda membuka matanya. Sperma segera menyembur ke seluruh wajah Linda. Sehingga seluruh sperma itu keluar menyembur dari penis itu.
Ketika orang itu puas ia menarik rambut Linda dan menamparkan penisnya ke wajah Linda. “satu-satunya yang boleh loe mohon cuma ini tau? Loe sendiri yang masuk ke sini pake pakaian merangsang kayak perek , dan loe mohon kita berhenti? Lo bercanda apa? Lo musti ngelayanin kita sampe kita nggak bisa bangun lagi! Ngerti” Orang itu membentak Linda.
Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran masing-masing dan memperlakukan Linda sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Linda, dan memyemprotkan sperma mereka ke seluruh wajah dan buah dada Linda kemudian menarik rambut Linda untuk membersihkan penis mereka.
Dan ketika orang yang terakhir selesai Linda berbaring hampir tak sadarkan diri.
Wajah, buah dada, dan puting susu Linda seluruhnya dilumuri sperma. Sperma itu mengalir turun dari sisi wajahnya, masuk ke telinga dan leher Linda. Linda tidak bisa membuka matanya karena semuanya tertutup oleh sperma. Linda harus bernafas melalui mulutnya karena sperma sudah masuk ke hidungnya.
Rambut Linda yang kecoklatan terlihat kusut karena terkena sperma yang mengering di rambutnya. Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Linda hanya berbaring di atas meja , kakinya terbuka lebar dan sperma mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya.
Vagina Linda tampak memar, memerah, dan terasa sakit karena baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti.
Dua orang menarik tubuh Linda turun dari meja itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Linda dengan kertas tisu yang kasar dari sperma yang menempel. Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Linda melihat meja tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan.
Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Linda didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga ia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya.
Linda merasakan tangan-tangan di seluruh tubuhnya mulai menarik, mendorong dan mengangkat tubuhnya. Ketika Linda membuka matanya ia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya.
Orang itu adalah si Agus , dan penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Linda kemudian dibuka oleh dua pasang jari-jari ketika perlahan tubuh Linda diturunkan mengarah ke penis Agus . Dengan sisa-sisa sperma yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Linda.
Dan Linda sendiri hanya mengerang, merasakan kembali sakit Ahggg Aghh perih tolong hentikan sudahh..
Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Linda dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Penis itu masuk hingga ke tenggorokan Linda dan berhenti tak bergerak.
Selanjutnya Linda merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Linda panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak Linda membuat penis di mulutnya masuk makin dalam ke tenggorokannya.
“Hei, lo suka juga akhirnya! Kalo gitu ayo mulai aja sayang!” kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Linda sambil tersenyum.
Ia mulai menggerakan pinggulnya secepat dan sekuat tenaga. Tubuh Linda yang terdorong mundur karena gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di liang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Linda, kembali menyengat seluruh tubuhnya.
Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, sakit yang tidak pernah dirasakan Linda sebelumnya. Pikiran Linda menjerit-jerit kesakitan, sedangkan mulutnya hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk.
Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Linda seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya.
Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Linda hingga ia tidak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Linda, mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan.
Kemudian dua orang terkakhir tadi menarik tangan Linda, melingkarkan jari-jari Linda di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Linda, dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka.
Sekarang Linda sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Tujuh dari sepuluh orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Linda untuk membuat mereka puas. Tidak seorang pun peduli dan melihat bahwa Linda sama sekali tidak bisa bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu memperoleh bagian tubuh Linda.
Setelah beberapa menit rasa sakit itu mulai bisa ditekan oleh Linda. Linda terus memejamkan matanya karena ia tidak ingin melihat bagaiman orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Ia hanya berharap semua itu segera selesai, karena dirinya hampir tidak bisa lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.Situs Poker Online
Orang di anus Linda lebih dulu orgasme. Ketika ia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan dengan mempergunakan sperma orang yang pertama, ia melumasi penisnya dan memasukannya ke anus Linda. Lalu orang di mulutnya menyemburkan sperma, membuat Linda tersedak tak bisa bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan sperma orang itu.
Lalu penis itu ditarik dan digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Linda berusaha membuka mulutnya, tapi orang itu tidak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak.
Ia mendorong penisnya dalam-dalam dan tidak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Linda. Linda kemudian merasakan getaran dari tubuh Agus di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, segera setelah itu orang lain menggantikan posisi Agus tadi.
Orang-orang tadi bergantian memperkosa Linda di seluruh lubang yang ada, ia terus menelan semua sperma yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Linda.
Ketika Linda melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian sperma kembali masuk ke dalam vagina Linda, dua detik kemudian sperma menyembur ke anusnya.
Penis lain kembali masuk ke vagina Linda. Linda kembali memejamkan matanya, ia sekarang hanya bisa mengeluarkan suara erangan, aghhh aghh agh . yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya. Ketika ia membuka matanya lagi, Linda melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya.
Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian sperma menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang tubuh kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat.Domino 99
Sepanjang malam Linda terus melanyani sepuluh orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali.
Dan ketika orang-orang tersebut puas dan menjauh dari tubuh Linda, tubuh Linda tersungkur , terkapar tak berdaya .Linda lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap Linda tak sadarkan diri.

Sodokan Nikmat Kontol Bandit Yang Luar biasa


Semua itu berawal ketika aku pulang membetulkan mobil pa zakaria yg tinggal di sebuah komplek ternama di kota bandung, mobil pa zakaria itu rumit sekali untuk dibetulkan sehingga aku membawa semua perkakas di bengkelku. Dgn mobil avanza hitam, ku pacu mobil menuju rumah pa zakaria, meskipun sudah larut malam tetap aku kerjakan mobilnya pa zakaria, maklumlah sama pelanggan lama, kasian jg pa zakaria gapunya motor atau mobil lagi buat ngantor..

Aku berangkat dari rumah jam 7 malam, dan membetulkan mobil sekitar 2 jam itu pun karena sambil diajak ngobrol oleh pa zakaria, seharusnya sih 30 menit jg selesai, tapi ya kunikmati sajalah, sekalian silaturahmi dgn beliau.Akupun pulang sekitar jam 9.30 malam, komplek pa zakaria tinggal adalah komplek besar, jalan nya saja lebarnya hampir 6 meter se arahnya, dan ditengah tengah jalan ada taman yg membatasi dgn lajur lain, mungkin bisa kalian bayangkan bagaimana besarnya komplek itu. Dgn type culdesac tentu saja taka da jalan lain selain lewat pintu utama untuk pulang. Situs Poker Online
Komplek itu bukanlah komplek yg sering dilewati oleh masyarakat, komplek itu sepi sekali jika memasuki malam, dan lampu jalanan pun kadang tak dinyalakan karena alasan hemat. Ketika aku melewati jalanan yg agak sepi, aku melihat sebuah mobil yg mengepul asap dari dalam cap mesinnya. Akupun berhenti, tapi bukan karena asap itu aku berhenti, aku berhenti karena melihat wanita di dalam mobil itu.
Aku pun memarkir mobil hitamku agak jauh di depan mobil itu, dan lalu aku turun, ternyata ketika ku membuka pintu, wanita yg ada dalam mobil itu sudah tiba tiba menghampiri aku, dan berkata,
“de…ngerti mesin mobil ga ? tolongin tante dong..” ucap tante itu tanpa basa basi.
“iya tante aku bisa ko, kebetulan aku montir hehe” jawabku dgn gagu.
Tante itu berjalan mendahului ku kearah mesin mobilnya yg mengepul asap, meskipun jalanan itu agak gelap, tetap saja aku bisa melihat pantat besar tante itu yg bergoyang seirama dgn langkahnya, sungguh indah walaupun sedikit tak jelas. Sekilas aku berkhayal meremas pantat besar itu, bahkan aku gigit seperti yg sering ku lakukan pada mantanku yg bahenol si susan. Tapi aku tau dirilah, aku kan berniat menolong saja.
Akupun tak banyak bicara selama memeriksa mesin, dan dalam 20 menit saja aku sudah mengetahui penyebabnya, ketika aku mau bicara pada tante itu ternyata tante itu sudah tertidur di dalam mobil dgn mulut menganga, aku tebak sih dia sudah memakai mobil ini dari luar kota, mungkin dia memang lelah sekali sampai sampai tidur seperti itu, tanpa kusadari aku menikmati melihatnya tertidur, dia tertidur di kursi tengah mobilnya, aku buka pintunya dan lampu dalam mobilpun menyala otomatis, dan aku pun akget bukan kepalang !
Sexy banget nih tante, gilaaaa, bikin ngaceng…mana sudah seminggu aku memang tak onani, biasanya di sepong pacar, tpai kebetulan sekarang aku single, dan pikiran ku pun menjadi nakal.
Tante itu berparas cantik, memakai kacamata, dan berambut panjang, terlihat dari wajahnya kalau dia sering perawatan di kecantikan kulit, bajunya yg modis berwarna biru tosca, dan memakai jeans panjang yg sedikit ketat. Buset..sangatlah masuk dgn seleraku.
Aku pun tak lekas membangunkannya, karena ku pikir, aku akan memanfaatkan situasi ini. Tapi niat buruknya sirna seketika karena tante itu terbangun dan menatap takut padaku.
“ehmm mas aduh maaf saya ketiduran nih…” seru tante sambil mengucek matanya..
“iya tante gapapa ko, saya tau tante dari luar kota, iya kan ?” tanyaku sambil salah tingkah takut dia tau maksudku
“iya betul tante baru pulang dari Surabaya.” Jawabnya sambil minum air mineral.
“jadi gini tante, mobil ini cuman kepanasan saja, kurang air di radiatornya..tinggal tambah air saja ini sudah bisa nyala lagi, mungkin tante terlalu lama makenya, ga istirahat ya ?” aku mencoba akrab
“ya gitu deh mas, pengen cepet sampe bandung sih, yaudah deh mas benerin aja mobilnya, saya pengen tau beres, berapapun saya bayar mas, asal harganya masuk akal saja hehhehe” dia bilang sambil memainkan handphonenya.
“oke tante..siap” aku sambil berlalu..
Dari caranya berkata aku tau dia itu memang biasa memerintah, mungkin dia bos suatu toko atau usaha sesuatu, ya ga aku pikiran deh yg kaya gituan, yg penting aku harus cepat membetulkan mobil itu.
Dan selesailah membetulkan mobil itu, aku segera laporan ke si tante cantik.
“tante sudah selesai mobilnya..”
“oh bagus bagus, tapi ngomong ngomong nama km siapa ?” tanyanya dgn halus.
“nama saya Kuriniawan tante, tapi panggil aja Iwan hehe” jawabku dgn malu.
“oh Iwan , Iwan udah punya cowo belum ?” tanyanya dgn nada nakal
“lah ko cowo sih tan haha, aku normal ko suka sama cewe..” jawabku dgn tertawa, tante ini bisa melucu jg ternyata..
“haha ya aku becanda Wan, oh kamu normal ya ? kalau normal tante mau nanya dong..” bertanya dgn wajah seperti menyembunyikan sesuatu.
“apa tante ?” tanyaku heran
“kamu tertarik ga sama tante ?” dgn lancar si tante berkata…
“hmm gimana ya tan, bingung jawabnya hehe” aku kaget dikasih pertanyaan seperti itu, memang sih aku tergoda, hanya saja tdk etis jika langsung aku katakan seperti itu.
“ayo mengaku saja…tante lihat ko dari tadi kamu beneri mobil sambil bener benerin celana, bangun ya tuh penisnya..haha” ucap tante tanpa dosa..
Buset entah bagaimana perasaanku saat itu, udara dingin ditambah percakapan yg tiba tiba menjadi aneh, dan ternyata tante ini memerhatikanku dari tadi, aku memang membetulkan celana karena melihat badan sexynya ketika tertidur tadi.
“aduh ketawan deh hehe” sebisaku menjawab sambil bingung akan situasi.
“nahloh Wan, ko bisa sih tiba tiba bangun penisnya..liat apa emang ?” dgn memasang wajah curiga.
“ngga ko tante, ga liat apa apa..”
“jujur saja Wan sama tante..km liat apa sampe ngaceng gitu..”.
Ingin sekali aku blak blakan dan bilang ngaceng liat tante, tapi seakan lidahku menjadi kaku dan tak bisa mengucap kata kata itu, di dalam diamku menjawab pertanyaan itu, tiba tiba tangan tante itu memegang penis…ah, rasa linunya benar benar aku rindukan, karena sudah lama penisku tak dipegang wanita.
“aduh tante mau ngapain..”
“udah cepet naik sini ke mobil, nanti ada yg lihat Wan..cepet..”.
Akupun segera naik mobil, aku duduk disebelah tante sexy itu. Tangan tante itu terus meremas penisku dari luar, aku bingung harus berprilaku seperti apa. Aku hanya diam saja menerima tindakan itu dan menikmati remasan tangan tante itu.
Tante pun menuntun tanganku ke arah toketnya, akupun tak bodoh, aku langsung remas jg toketnya.
“nah gitu dong Wan…ahhh geli Wan..remas terus Wan…keras jg gapapa…tante suka..” seraya melihat nakal kepadaku.
Kami terus melakukan remas meremas di dalam keheningan dan kegelapan mobil, sesekali aku mencium dan menjilat pipi tante yg menggemaskan lidah. Dan tante pun sekarang sudah membuka sabuk dan seleting ku.
“Wan..pernah ngentot kan sebelumnya ?” tanya tante sambil memainkan penisku
“pernah tante, kenapa emang..” jawabku sambil terus meremas toketnya..
“ko nanya sih Wan, entot tante dong sampe klimaks..tante rindu penis muda..” jawab tante sembari memposisikan badannya kearahku.
Diapun menghentikan tanganku yg sedang meremas toketnya, dan langsung mengulum penisku yg sudah tegak sejak membetulkan mobil tadi.
Blesssss,,penisku dikulum tante itu, rasa sensasi sepong menghinggapi sanubariku…rasa basah dan dingin air liur cepat aku nikmati, aku memegang rambut tante itu yg panjang, dan aku mengomandokan agar dia menyepong penis dgn cepat, aku jenggut rambutnya. Memaju mundurkan kepalanya sesuai ritme yg aku inginkan.
Sekitar 5 menit tante itu menyepong penisku, lalu dia menghentikan aktifitas itu dan langsung menyandarkan tubuhnya yg sexy agak montok ke pintu dan membuka selangkangannya ke arahku.
“Wan, sekarang kamu dong yg oral.” Sambil dia berusaha membuka celana jeans ketatnya di tengah mobil avanza hitam yg terasa sempit jika dipakai hubungan sex seperti ini.Domino 99
Dia melemparkan celana jinsnya kebelakang, dan semerbak harum vagina pun memenuhi mobil. Tanpa banyak bertanya aku langsung saja mengelus vagina tante itu, dia kaget dgn elusan ku yg tanpa peringatan, dan dia tersenyum sambil menikmati.
Seperti tak mau ketinggalan kereta, aku langsung memposisikan badan menjilati vaginanya. Aku menjilat vagina seperti menjilat eskrim, hingga si tante tak kuat dgn jilatanku memukul mukul kepalaku minta aku berenti tapi tak kuturuti keinginannya, terus ku jilat sampai dia orgasme oleh lidahku.
Cairan itu terkena muka ku dan sedikit mengucur ke jok. Muka tante itu aku tebak sedang memejamkan mata menikmati orgasme pertamanya, nafasnya terengah engah layaknya sudah lari sprint 100m. tante itu mengisyaratkan agar aku mengentotnya segera dgn menarik penis tegangku kearah vaginanya.
Aku pun tak banyak lama, langsung ku serbu dengna penis panjang besar ku. Blesss….penisku pun masuk sarangnya. Sensasi vagina yg hangat sangat aku nikmati ditengah udara malam di bandung yg dingin seperti malam itu.
Tante itu tak banyak bicara selama aku mengentotnya, dia terus saja merem melek menikmati entotan ku.
Tiba tiba, suara telp memecahkan kesunyian itu. Dgn ringtone buka dikit joss.
“buka dikit josss”
“Stop dulu Wan, ada telp…”
“ya halo….apa nak ?”
“iya mama bentar lagi plg ko, ini udah di bandung..”.
Aku tetap mengentotnya meski dia memintaku stop, bahkan aku menambah intensitas masuk keluarnya penis ku. Membuatnya tak bisa menahan desahan.
“eehhh aahhh~ ” mencubit perutku dgn tangah kirinya..
“gapapa nak, mamahhh~ lagi makan aja nih, pedes aaahh~ basonya..” sambil merem melek kaya sebelumnya..
Lalu diapun menutup telephone.
“Wan..beresin sekarang cpt, aku mau plg ya sayang yaa..” kata si tante sambil menyimpan ho nya ke tas.
Aku terus menggenjot vaginanya seperti tdk ada hari esok. Tangan kiri tante meremas jok dgn keras, tangan kanannya memegang gagang pintu diatas kepalanya.
Tak lama aku pun tak kuat menahan spermaku, langsung aku semburkan di dalam tanpa tanya dulu.
Muka tante itupun seperti kaget tapi sambil menikmati hangatnya spermaku didalam vaginanya.
“kamu buang di dalem Wan ?? aku masih subur loh..kalau aku hamil gimana…” mengambil tisu dan membersihkan vaginanya.
“maaf tante, ga kuat soalnya.”
“yaudah gapapa, benerin tuh celananya, kalau engga aku gigit loh.” Sambil dia mengambil celana jeans nya dibelakang.
“gigit aja nih…” aku arahkan penis ke mulutnya.
Dan slupppppp~, dia mengenyot penisku yg tadinya sudah mulai melemas…dia menjilati penisku seperti lollipop.
“nah kan udah bersih tuh…” sambil dia tersenyum.
Setelah selesai akupun plg, dia memintaku pergi duluan.
Aku menjadi ketagihan wanita yg berumur seperti dia semenjak kejadian itu, dan akupun mulai mencari petualangan yg aku sengaja buat, tdk kebetulan seperti dgn tante yg aku tak tahu namanya sampai sekarang. Aku masih selalu ingat bagaimana rasa legitnya vagina tante itu dan sedotan mulutnya yg luar biasa.

Memberi Kepuasan Kepada Tanteku Yang Cantik